Minggu, 04 November 2012

Bagaimana Cara Mensosialisasikan Koperasi Agar Masyarakat Tertarik Untuk Berkoperasi



            Koperasi, nama koperasi mungkin memang sudah tidak terdengar asing lagi selama ini di telinga kita dalam kehidupan sehari – hari. Namun , hanya saja selama ini  sekedar “nama”lah  yang terdengar dan dikenal oleh masyarakat, jika ditanya mengenai lebih jelas dan lebih jauh tentang spesifikasi koperasi , mungkin hanya beberapa orang bahkan jarang yang mengetahui jelas  tentang hal tersebut.  Lalu, kurang nya informasi yang diterima oleh masyarakat bisa disebabkan karena kurangnya pensosialisasian tentang koperasi saat ini yang mengakibatkan kurangnya partisipasi aktifn terdengar atau ketertarikan masyarakat untuk berkoperasi. Dengan adanya kondisi dan keadaan seperti ini apa saja yang seharusnya dilakukan untuk dapat mensosialisasikan koperasi dan siapa saja yang berperan dalam tugas tersebut?
            Sosialisasi, bila dijabarkan yaitu suatu sistem yang dilakukan untuk memberikan informasi lebih jelas secara luas kepada masyarakat. Menurut saya dalam mensosialisasikan koperasi dapat dilakukan berbagai hal , seperti
Mendirikan koperasi dan keikutsertaan peran masyarakat. Maksud pernyataan tersebut yaitu memberikan pengenalan koperasi kepada masyarakat bukan hanya dengan nama atau secara teoritis saja,  namun dengan perwujudan dalam kehidupan sehari – hari. Misalnya dalam lingkungan masyarakat disuatu kampung (RT/RW) didirikan suatu koperasi yang bertujuan untuk kegiatan masyarakatnya , maka koperasi ini harus berjalan dengan mengambil peran aktif masyarakat didalamnya, sehingga masyarakat mengetahui jelas bagaimana kinerja dan cara koperasi tersebut dijalankan. Dengan seperti itu, masyarakat dapat mengetahui dengan jelas, dan memicu ketertarikan untuk berkoperasi.
Selain cara diatas cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan Menamkan Kebiasaan Berkoperasi Sejak Dini. Hal yang dapat dilakukan dalam menanamkan kebiasaan berkoperasi sejak dini yaitu seperti contoh apabila suatu koperasi didirikan di suatu badan instalasi misalnya  instalasi sekolah, koperasi didirikan disekolah biasanya hanya untuk sebuah identitas dari contoh materi atau kurikulum sekolah yang membahas tentang koperasi dan murid – murid hanya mengetahui secara teori saja ,selain itu didukung dengan  murid-murid  dan pihak – pihak lain didalamnya tidak ikut menjalankan kegiatan koperasi dengan seharusnya, sehingga tidak terlihat bukti nyata atas kinerja koperasi yang sebenarnya. Untuk itu, pengenalan tentang koperasi seharusnya sudah diperkenalkan sejak dini dengan membiaskan murid – murid sekolah ikut berperan dalam kegiatan koperasi yang bisa menjadikan keinginan dalam diri mereka untuk berkoperasi.
Mengatur dan Menjalankan Kebijakan Tentang Koperasi juga harus dilakukan dalam mensosialisasikan koperasi. Kebijakan koperasi selama ini memang sudah diatur, namun saja kebijakan tersebut belum terlihat diangkat di kehidupan sehari – hari, dan minimnya informasi yang ada tentang kebijakan tersebut sehingga masyarakat  tidak memperhatikan adannya kebijakan tentang koperasi.
Memberikan Informasi Tentang Koperasi Secara Rutin juga merupakan cara yang perlu dilakukan. Minimal nya informasi yang ada tentang koperasi selama ini,  memberikan dampak yang sangat besar dalam tingkat ketertarikan masyarakat untuk ikut berpartisipasi secara aktif di koperasi, untuk itu seharusnya pemberian informasi atau penyuluhan tentang koperasi seharusnya bisa sering dilakukan dan disebarluaskan ke masyarakat . Sebagai contoh, adanya seminar terntang koperasi ke badan – badan instalasi atau bahkan turun langsung ke masyarakat luas, dalam kegiatan ini sebaiknya orang – orang yang mempunyai peranan besar seperti menteri koperasi menjadi pembicara atau narasumber dalam seminar tersebut , dan atau pihak – pihak lain yang dikira mampu memberikan informasi yang luas tentang koperasi bisa mensosialisasikan koperasi dengan baik. Dalam mensosialisasikan koperasi, banyak informasi yang dapat disampaikan seperti apa sebenarnya koperasi, bagaimana cara kerja koperasi, keuntungan atau kelebihan apa saja yang didapat saat berkoperasi sehingga masyarakat mengetahui benar tentang kinerja koperasi yang bisa membuat mereka berkeinginan untuk berkoperasi.
Memberikan Informasi Tentang Koperasi melalui Media Elektronik atau Media Cetak merupakan salah satu cara yang baik untuk mensosialisasikan koperasi. Saat ini bisa dirasakan dan dilihat bahwa sosialisasi informasi tentang koperasi sangat minim, bahkan sama sekali sudah tidak ada diberbagai media baik media cetak maupun media elektronik. Hal tersebut mengakibatkan masyarakat tidak tahu banyak hal tentang koperasi, padahal disisi lain saat ini masyarakat lebih banyak dan lebih suka  mendapatkan informasi dengan mudah dari media elektronik khususnya. Hal ini yang jelas harus diperbaiki, dari pihak yang memiliki peran besar dalam mengembangkan koperasi Indonesia seharusnya memberikan pelayanan informasi dimedia elektornik atau media cetak, sehingga masyarakat sudah terbiasa melihat iklan (informasi) menegenai koperasi.
Memperkenalkan Koperasi di Kancah Internasional dirasa juga hal yang perlu dilakukan.Dalam mensosialisasikan koperasi hal diatas dapat dilakukan dengan cara mengambil peran dari petinggi – petinggi dibidang ekonomi untuk memperkenalkan koperasi di kancah internasional. Hal ini dapat dilakukan dengan cara misalnya dalam rapat dibidang ekonomi Internasional menteri atau petinggi petinggi lainnya menyebutkan nama koperasi didalam sistem yang mampu mempengaruhi perkembangan perekonomian, sehingga koperasi dapat dikenal secara global. Selain itu, koperasi juga bisa membuat suatu perjanjian atau kerjasama dengan pihak asing sehingga koperasi pun dapat memberikan dampak atu pengaruh besar dalam membantu mendorong perekonomian Indonesia khususnya.
           Mewujudkan Koperasi yang sesuai juga merupakan salah satu sosialisasi , maksudnya adalah apabila adanya pembangunan koperasi dan kinerja , tujuan , manfaat dari koperasi tersebut dijalankan dengan baik sesuai dengan apa yang seharusnya menjadi kewajiban  suatu koperasi , maka masyarakat pun akan melihat bukti nyata dari kinerja koperasi , masyarakat akan melihat bahwa koperasi didirikan bukanlah hanya sebagai identitas atau suatu persyaratan melainkan suatu perwujudan dari tori – teori yang membahas tentng koperasi. Dengan begitu masyarakat pun melihat peluang baik dari koperasi, dan rasa ketertarikan mereka pun terhadap koperasi dirasakan.
           Hal – hal yang saya sampaikan diatas adalah merupakan berbagai cara yang menurut saya bisa dilakukan dalam mensosialisasikan koperasi kepada masyarakat agar masyarakat tertarik uuntuk berkoperasi. Apapun hal yang dilakukan, memang harus didasari dan didukung oleh berbagai pihak dan dengan kesepakatan bersama. Koperasi pada dasarnya dapat berjalan baik, apabila ada peran aktif masyarakat untuk membangun koperasi dan mengembangkanya serta membantu mewujudkan tujuan – tujuan koperasi. Untuk itu, berbagai cara harus dilakukan agar masyarakat memiliki rasa yang besar atau ketertarikan lebih untuk berkoperasi .
Demikianlah penjelasan saya tentang ”Siapkah Koperasi Menghadapi Era Globalisasi?” Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan, saya sangat membuka dan menerima kritik dan saran dari pembaca.





           

Siapkah Koperasi Menghadapi Era Globalisasi ?



Siapkah Koperasi Menghadapi Era Globalisasi ?

            Dalam perkembangan dan pembangunan koperasi yang dilakukan saat ini saya yakin tentu saja koperasi mempunyai tujuan dan harapan – harapan  yang jelas yang ingin dicapai. Selain ingin mensejahterakan masyarakat atau anggotanya , koperasi juga ingin memperoleh pengakuan dan memberikan pengaruh yang besar dalam mendorong perekonomian Indonesia. Selain di Indonesia , koperasi pun ingin mendapatkan peranan di Perekonomian Internasiaonal yang tentu saja akan bersaing dan menghadapi Era Globalisasi yang besar. Lalu Siapkah Koperasi menghadapi Era Globalisasi?
            Dalam mengahadapi era globalisasi tentu saja koperasi harus bisa mengatur berbagai strategi, baik strategi langsung maupun strategi tidak langsung. Hal ini dilakukan agar koperasi mampu membawa dirinya bersaing di era globalisasi. Selain strategi untuk bersaing, koperasi juga harus mengatur strategi agar dapat berkembang dan bertahan atau eksis . Tentu saja dalam upaya upaya yang dilakukannya , koperasi mengahadapi berbagai kendala dan tantangan, disinilah koperasi dapat di pertanyakan siapkah koperasi menghadapi era globalisasi.
Era globalisasi atau perdagangan bebas adalah zaman dimana pasar bersaing secara besar – besaran untuk menghasilkan keuntungan yang besar khususnya keuntungan dalam bidang keuangan. Era globalisasi menurut saya merupakan tantangan bagi koperasi sekaligus sebagai peluang. Untuk itu koperasi dituntut untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produknya. Koperasi sebagai institusi yang memiliki anggota menyediakan jasa untuk meningkatkan produktifitas anggotanya yang pada gilirannya bertujuan pada peningkatan daya saing. Untuk itu apa sajakah yang perlu dilakukan koperasi untuk bisa bersaing, bertahan dan siap dalam menghadapi era globalisasi ? Diantaranya yaitu sebagai berikut
Memperbaiki citranya, sehingga koperasi tidak lagi dianggap sebagai alat pemerintah, kurang profesional dan merupakan wadah golongan ekonomi lemah. Citra koperasi yang dinilai sebagai alat pemerintah ini membuat koperasi dinilai tidak profesional dalam kegiatannya. Hal ini membuat koperasi dipandang hanya sebagai wadah bagi pemerintah saja. Dan koperasi juga dinilai hanya untuk kegiatan ekonomi lemah, sehingga peluang dan kesempatan yang dihasilkan dari koperasi dipandang lemah dan tidak mampu bersaing di era globalisasi. Untuk itu citra koperasi yang seperti ini harus diperbaiki.
Selain itu meningkatkan kemandirian dengan melakukan reposisi,reposisi merupakan pengaturan ulang dalam kedudukan dimana koperasi harus menaikan kedudukannya untuk lebih atau sekedar menyamakan kedudukannya dengan lembaga lembaga besar lainnya dan refungsi, refungsi yaitu mengubah dasar fungsi koperasi dari sebelumnya . Jika fungsi koperasi saat ini hanya untuk mensejahterakan masyarakat atau anggotanya namun ditambahkan fungsi koperasi ditujukan untuk bisa membuat peranan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian baik secara nasional maupun internasional.
Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia juga perlu dilakukan , dengan meningkatkan sumber daya manusia sehingga mampu memberikan akses terhadap pasar yang sangat memerlukan sumber daya manusia yang banyak, sehingga manajemen koperasi dapat berjalan dengan baik.
Adanya pengembangan kerjasama dengan pihak lain, baik horizontal maupun vertikal. Mengembangkan kerjasama merupakan hal terpenting bagi koperasi agar mampu bersaing di era globalisasi nanti. Kerjasama inilah yang membuat pihak lain atau pihak asing mampu melihat koperasi berkompeten atau tidak .
Mengembangkan dan mendorong partisipasi aktif anggotanya diantaranya mengembangkan usaha koperasi yang siap dibawa ke pasar bebas dan juga mengembangkan dari segi pendanaan , dan koperasi harus bisa menunjukan bahwa koperasi layak untuk di berikan kepercayaan lebih dalam masalah pendanaan .
Koperasi dalam menghadapi era globalisasi seperti yang sebelumnya saya jelaskan  diatas, merupakan suatu tantangan dan peluang bagi koperasi, yang dimaksud merupakan tantangan yaitu koperasi harus bisa mengeluarkan dan menunjukan segala kemampuannya untuk bisa membawa dan  bersaing di pasar bebas atau era globalisasi, dan hal ini menjadikan koperasi mempunyai tujuan yang jelas, bukan hanya sekedar untuk suatu identitas atau untuk memenuhi sebuah  persyaratan. Dengan kemampuan yang ditunjukan oleh koperasi, koperasi juga bisa membuka peluang yaitu peluang untuk berkesempatan menunjukan kemapuannya pada pihak – pihak lain bahkan pihak asing atas kemapuan dan kekuatan yang dimilikinnya seandainya pihak tersebut mampu melihat suatu kesempatan dan membantu koperasi dalam mencapai tujuan – tujuannya.
Jika melihat koperasi dalam keadaan saat ini , dirasa menurut saya  koperasi masih jauh untuk siap mengahdapi era globalisasi. Karena saat ini berdirinnya suatu koperasi masih saja dengan pencitraan – pencitraan yang sangat melemahkannya, serta tidak adannya dukungan dan kesempatan yang diberikan kepada koperasi untuk menunjukan kemampuannya. Kesiapan koperasi dalam menghadapi era globasisasi bukan hanya terletak dari kesiapan koperasi itu sendiri , namun juga terletak dari lingkungan dan hal – hal yang mendukung koperasi untuk bisa bertahan, berkesempatan dan juga dapat bersaing dalam menghadapi era globalisasi nantinya . Hal - hal apa saja dan siapa sajakah yang juga harus turut serta dalam mendukung kesiapan koperasi menghadapi era globalisai?  Dalam mendukung koperasi, berbagai pihak perlu untuk berperan yaitu salah satunya dengan memberikan kesempatan yang lebar untuk koperasi bisa menunjukan kemampuannya, misalnya orang – orang yang berperan di perekonomian Indonesia mengangkat koperasi dalam salah satu peluang besar perekonomian Indonesia  selain itu juga memberikan kepercayaan lebih kepada koperasi , memberikan kepercayaan bahwa koperasi mampu berkembang baik dan memberikan hasil yang menguntungkan khususnya bagi perekonomian Indonesia. Selain itu koperasi tidak bisa berjalan baik tanpa  dukungan masyarakat. Dukungan ini  pun sangat berpengaruh besar bagi koperasi , diharapkan masyarakat harus bisa berpartisipasi aktif dalam kinerja koperasi dan membangun koperasi dalam mendukung tercapainnya tujuan – tujuan koperasi. Saat itu sudah jelas terlihat, masyarakat kurang berperan aktif dalam memberikan apresiasi atau partisipasi nya dalam kegiatan koperasi, justru mereka memandang tidak ada peluang atau hal yang menguntungkan besar apabila turut serta dalam kegiatan koperasi. 
Dengan keadaan saat ini mungkin memang koperasi harus berkerja keras dan lebih keras lagi untuk mensiapkan diri dalam menghadapi era globalisasi nanti. Namun perlu diyakini dan percaya dengan adannya kerja keras dan dukungan yang diberikan kepada koperasi tidak menutup kemungkinan koperasi Indonesia mampu bersaing dengan baik di pasar bebas dan berpeluang besar dalam membantu dan memperbaiki perekonomian Indonesia.
    Demikianlah penjelasan saya tentang ”Siapkah Koperasi Menghadapi Era Globalisasi?” Mohon maaf apabila ada penulisan, saya sangat membuka dan menerima kritik dan saran dari pembaca.




Minggu, 21 Oktober 2012

Andaikan Aku Menjadi Menteri Koperasi


Andaikan aku menjadi menteri koperasi, tentu saja hal – hal yang ingin saya lakukan tentunya adalah ingin  menjadikan koperasi di Indonesia menjadi lebih baik dari sekarang dan dapat meningkatakan peran koperasi agar  berpengaruh baik untuk perekonomian nasional . Bila dilihat dari perwajahan koperasi Indonesia  saat ini bisa dikatakan mulai tertinggal, untuk itu saya ingin membuat agar koperasi Indonesia mampu ikut berperan besar untuk ikut membangun perekonomian nasional .
Dalam kegiatan koperasi , tentu saja selalu ada hambatan dan kendala yang dihadapi. Jika saya menjadi menteri koperasi tentu ingin masalah – masalah tersebut dapat diatasi. Beberapa rencana yang ingin saya lakukan adalah
1.      Meningkatkan peran koperasi agar dapat membantu berpengaruh bagi perekonomian nasional
2.      Membangun pencitraan koperasi Indonesia menjadi lebih baik sehingga tidak dianggap sebagai alat pemerintah
3.      Membuat agar koperasi menjadi mandiri
4.      Membuat dan mengoptimalkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas

 Apabila dilihat dari kondisi koperasi Indonesia saat ini bahwa koperasi di kota besar dan kota kecil sangat memiliki perbedaan terlalu jauh dilihat dari alokasi permodalan, kepengurusanm serta kedudukannya , untuk itu saya ingin menyamakan terlebih dahulu perbedaan tersebut dengan menkordinasi instansi – instansi koperasi baik yang berada di kota besar d, pusat, bahkan di kota kota kecil untuk menyamakan tindakan (kebijakan) untuk membangun koperasi sehingga tidak akan nya kesenjangan antara koperasi satu dan lainnya.
Saat  ini bisa dikatakan koperasi Indonesia sangat kekurangan Sumber Daya Manusia, untuk itu hal yang saya lakukan adalah menciptakan Sumber Daya Manusia lokal namun yang produktif. Hal ini saya lakukan agar meningkatkan kualitas produksi serta melakukan dorongan atau motivasi agar adannya partsipasi aktif dari anggotanya. Selain Sumber Daya Lokal saya juga akan mengutamakan barang produksi koperasi adalah barang asli lokal atau daerah sesuai dengan kapasitas permintaan . Saat ini tingkat persaingan antar koperasi dinilain sangat rendah, untuk itu adanya hal ini dapat meningkatkan persaingan koperasi untuk melawan globalisasi pasar. Selain itu, saya juga ingin meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk membangun koperasi, karena keberhasilan koperasi dinilai dari besar tingkat partisipasi masyarakatnya.
Koperasi sangat diharapkan dapat terus bertahan dan bersaing untuk dapat ikut berperan mempengaruhi perekonomian Indonesia untuk itu saya ingin membuat koperasi menjadi mandiri dengan badannya sendiri tanpa harus ada bantuan atau kesan “dianak emaskan” dari pihak manapun, sehingga pengembangan koperasi tersebut dapat terlihat dengan sendirinya untuk bisa menciptakan hasil produksi yang berkualitas. Salah satu hal yang membuat agar koperasi bisa mandiri adalah masalah permodalan atau dana, saya ingin membuat agar koperasi tidak tergantung dengan bantuan dari pemerintah, atau pemerintah mengurangi intervensi nya dalam pemberian dana kepada koperasi, khususnya untuk koperasi pusat didaerah kota – kota besar. Hal ini dilakukan agar pemerintah tidak terlalu leluasa untuk mengendalikan kegiatan koperasi yang ditakutkan adanya unsure – unsure politik atau mencari keuntungan atas pihak pihak sendiri.

Kepengurusan Koperasi merupakan hal yang berpengaruh untuk kelancaran kegiatan koperasi , disini pengurus koperasi merupakan wujud dari partisipasi masyarakat. Pengurus merupakan badan yang dibentuk untuk diberi amanat atau mandat untuk melaksanakan kepemimpinan koperasi. Masalah ini termasuk kendala yang sulit untuk mencari kepengurusan koperasi yang benar – benar bisa bertanggung jawab , dan memegang kepungurusan baik usaha maupun organisasinya. Pengurus koperasi dipilih oleh rapat anggota, sehingga merupakan keputusan bersama, setelah itu pengurus diberikan pembinaan agar tidak adanya pengurus “nakal” didalam nya. Selain itu, setiap anggota pun harus ikut berperan dalam melakukan pengawasan koperasi yang bertujuan agar ada pengontrolan satu sama lainnya sehingga tidak ada pihak – pihak yang mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi. Selain itu pengawas memiliki kewenangan untuk meneliti catatan yang ada pada koperasi dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan, selain itu juga harus dapat merahasiakan hasil pemeriksaannya terhadap pihak ketiga maka untuk itu pengawas memperlukan Pembinaan dan pengawasan yang meliputi pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, arahan, supervisi di bidangnya.

Landasan hukum koperasi telah dibuat hanya saja masih ada yang tidak menjalankannya dengan kebijakan kebijakan tersebut. Untuk itu saya jika sebagai menteri koperasi akan bertindak tegas dalam penerapan kebijakan koperasi. Sehingga akan menjadikan sistem koperasi lebih terarah dan jelas.
Hal lain yang ingin saya lakukan untuk memperbaiki koperasi yaitu dengan memperluas jaringan koperasi yang saat ini dinilai sangat tertutup . Jaringan koperasi dapat menentukan sampai mana kah persaingan koperasi diterima di perdagangan bebas. Sebelum itu yang harus dilakukan adalah bagaimana cara masyarakat dengan mudah berkesempatan untuk membuka atau mendirikan sebuah koperasi. Maka, awal yang dilakukan yaitu memudahkan persyaratan membuka koperasi serta menumbuh kembangkan koperasi serta kepastian usaha koperasi. Setelah itu memperluas akses koperasi kepada sumberdaya produktif, agar koperasi mampu memanfaatkan kesempatan, potensi sumberdaya lokal yang dimiliki untuk meningkatkan skala usahanya. Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan atau berkoordinasi dengan lembaga – lembaga yang bergerak dibidang usaha sehingga menciptakan jaringan yang baik dan luas. Pemberian dukungan dan kemudahan dalam kerjasama antar koperasi serta kerjasama dengan badan lainnya pun juga diperlukan.
Selain itu  saya ingin menciptakan koperasi unggul secara kompetitif, yaitu dengan meningkatkan kualitas koperasi yang mampu berinovasi , berpotensi dan juga mengembangkan budaya usaha. Perlu diperhatikan pula koperasi juga harus mempunyai kualitas yang baik dalam  bidang teknologi , sehingga koperasi pun juga tidak kalah modern dengan bidang usaha lainnya.

Dari penjelasan diatas , Jika Aku Menjadi Menteri Koperasi tentu berbagai cara ingin saya lakukan demi kemajuan dan perbaikan koperasi di indonesia saat ini. Citra koperasi indonesia saat ini bisa dinilai sebelah mata, atau buruk. Namun, s tidak menutup kemungkinan koperasi indonesia nantinya akan jauh membaik dan dapat ikut berperan dalam mempengaruhi perekonomian indonesia kearah yang lebih baik. Semua yang dilakukan perlu ada proses, namun asalkan masyarakat tidak berhenti dalam berpartisipasi membangun koperasi semua bisa direalisasikan . Dengan begitu, koperasi nantinya tidak dipandang sebelah mata lagi, justru dilihat sebagai usaha yang membuka kesempatan kerja yang baik dan menghasilkan hasil yang baik pula dengan kemandirian dan kekuatan koperasi itu sendiri.







Wajah Koperasi Indonesia Saat Ini


Wajah Koperasi Indonesia Saat Ini

Wajah koperasi Indonesia saat ini menurut saya sudah tidak terlalu nampak di permukaan kehidupan masyarakat sehari – hari. Disamping pengertian dari koperasi itu sendiri adalah suatu tempat atau organisasi dimana landasan  kegiatannya adalah mengalokasikan dana dari anggota koperasi dan kembali untuk anggota koperasi pula. Dari pengertian tersebut fungsi koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota anggota koperasi atau masyarakat.  Koperasi mempunyai peran yang dikatakan sangat dominan , namun kedudukan saat ini sudah tergeser dengan berkembangnya tempat  pengalokasiaan dana yang lebih modern. Apa yang membuat koperasi saat ini tidak terlalu nampak dipermukaan masyarakat ? Koperasi banyak didirikan dimana – mana seperti tempat – tempat kantor, sekolah, dan tempat instalansi – instalansi bear lainnya, namun adanya koperasi seperti hanya dijadikan suatu identitas ditempat berdirinyaa koperasi tersebut.  Seperti contoh koperasi di sekolah – sekolah , disetiap sekolah atau badan lembaga pendidikan lainnya tentu saja akan memiliki sebuah koperasi, namun hanya koperasi tersebut tidak dapat menjalankan kegiatan dengan semestinya banyak murid – murid sekolah lebih senang dan mau membeli kebutuhannya ditempat – tempat besar dan modern, yang sebenarnya apabila ditinjau dari harga nya lebih rendah koperasi dibandingkan ditempat perbelanjaan yang besar walaupun  juga barang yang dibeli memiliki kualitas yang sama dengan barang yang dijual oleh koperasi.
Koperasi memang berdiri dimana saja , saat ini koperasi pun sudah menjadi suatu yang harus ada namun, untuk di kota – kota besar adanya koperasi tidak dirasakan benar oleh masyarakat luas dikarenakan sifat koperasi yang bersifat tertutup dan tidak terbuka.Mengapa dikatakan tertutup, seperti contoh apabila koperasi berdiri di sebuah badan instansi besar seperti kantor, sekolah, kegiatan koperasi hanya dirasakan oleh anggota – anggota yang berperan dan orang – orang yang ada didalam lingkungan badan tersebut tidak untuk masyarakat luas, kecuali apabila adanya koperasi yang didirikan untuk memproduksi atau menjual suatu barang (produk)  untuk diperjualkan oleh masyarakat , masyarakat dapat ikut merasakan keuntungan dari kegiatan koperasi tersebut. Keuntungan yang diperoleh masyarakat pun hanya mendapatkan harga yang lebih murah dan bunga yang lebih rendah dibandingkan di tempat – tempat perbelanjaan besar, namun hasil yang diperoleh oleh koperasi juga hanya akan dapat dirasakan oleh anggotanya saja, sehingga masyarakat apabila ingin merasakan keuntungan koperasi harus mendaftarkan dirinya untuk menjadi anggota. Berbeda hal nya dengan koperasi yang berada di kota – kota kecil atau pedesaan,meskipun di desa atau kota – kota kecil pun sistem koperasi tertutup yang ada dikota besar juga dijalankan, namun secara garis besar koperasi yang didirikan disana lebih bisa dirasakan oleh masyarakat luas bahkan saat ini koperasi atau UKM lebih berkembang. Seperti halnya, didirikan koperasi untuk simpan pinjam untuk usaha , atau Usaha Menengah Kebawah, masyarakat dapat meminjam uang atau dana kepada koperasi untuk modal usaha. Koperasi seperti ini pun juga banyak didirikan di kota besar. Namun ada permasalahan yang sangat berpengaruh dalam koperasi yaitu masalah permodalan , masalah ini adalah salah satu masalah yang membuat koperasi menjadi tidak dominan, khususnya untuk koperasi yang memberikan layanan simpan pinjam uang (usaha) untuk masyarakat, modal atau dana yang ada tidak sebanding dengan dana yang dibutuhkan oleh masyarakat misalnya koperasi di pedesaan , mereka yang berpenghasilan rendah hanya mampu mengumpulkan modal yang rendah pula contoh,  jika masyarakat meminjam uang untuk mendirikan sebuah usaha dan  memutuskan untuk meminjam uang dikoperasi namun dirasa dana yang bisa dipinjamkan sangat kecil  sehingga masyarakat pun lebih memilik untuk meminjam uang di bank walaupun dengan bunga yang lebih tinggi tetapi dana pinjaman uang yang diterima  bisa lebih besar jauh dari dana koperasi sehingga usaha yang didirikan pun lebih besar. Pemerintah pun sebenarnya memiliki peran dalam permodalan dana koperasi, pemerintah memang menyisihkan dana untuk disubsidikan kepada pemerintah namun subsidi tersebut tidak disebarkan untuk koperasi jangkauan luas. Dana tersebut lebih dirasakan oleh koperasi – koperasi yang berada di kota – kota besar dan  koperasi – koperasi milik instansi pemerintah yang lebih banyak koperasi nya bersifat tertutup , padahal jika dilihat dari jangkauannya koperasi di kokota – kota kecil ataupun pedesaan yang justru lebih menjangkau sampai masyarakat luas.Padahal pemerintah pun bisa dikatakan masih memiliki kepedulian kepada koperasi  atau menganak emaskan koperasi, hanya saja aliran dana yang salah membuat koperasi tidak berjalan dengan semestinya.  
Disamping masalah permodalan atau dana koperasi , masalah Sumber Daya Manusia pun menjadi kendala untuk koperasi saat ini, banyak masyarakat yang sudah tidak ingin mendirikan koperasi dan menjalankannya. Mereka menganggap koperasi saat ini sudah dipandang sebelah mata , namun disisi lain seperti penjelasan diatas berdirinya sebuah koperasi menjadi suatu identitas yang keberadaanya sangat diperhitungkan.Koperasi saat ini dapat dikatakan kekurangan  Sumber Daya Manusia, banyak hal – hal yang membuat koperasi tidak di minati lagi oleh masyarakat bahkan Sumberdaya Manusia lokal pun enggan untuk  berpartisipasi dalam kegiatan koperasi , dengan adanya kondisi seperti ini menjadi pengurus koperasi pun bukan menjadi suatu pilihan utama, dan juga menjadi anggota atau pemberi dana kepada koperasi menjadi tidak diminati lagi. Kepengurusan koperasi pun menjadi pengaruh pula untuk perkembangan koperasi tersebut, jika pengurus koperasi menjalankan kegiatan dengan benar maka koperasi dapat berjalan dengan semestinya. Namun apabila pengurus koperasi bertindak “nakal” maka koperasi akan tidak berjalan baik.
Pada saat ini menurut saya, akses koperasi atau jaringan koperasi pun dirasa sangat sempit khusunya jaringan antara koperasi dengan akses perbankan.Dilihat dari sistem operasi nya koperasi dianggap tertinggal atau tradisional, namun dengan tertinggalnya sistem operasi koperasi justru tidak ada bantuan atau upaya untuk membuat sistem koperasi menjadi lebih modern, seperti hal nya sistem operasi keuangan koperasi tidak bisa dijangkau dengan akses perbankan. Sebagai contoh untuk masyarakat luas, bank tidak lagi memberikan jasa layanan untuk simpan pinjam dengan atas nama koperasi tetapi harus dengan cara simpan pinjam melakukan transaksi dengan satu nomer rekening dari salah satu anggota koperasi, dengan hal ini tentu masyarakat sulit untuk mengakses nya melalui akses perbankan.  Namun, disamping sulitnya akses koperasi untuk masyarakat luas, akses untuk koperasi tertutup justru lebih mudah mereka dapat merasakan hasil kegiatan koperasi. Seperti contoh, jika tiap bulan gaji pegawai dari rekeningnys mendapat potongan untuk dialokasikan ke koperasi di kantornya, pegawai tersebut mendapatkan hasil akumulasi jumlah potongan – potongan gajinya tiap bulan, pada saat pensiun nanti. Selain itu, ia pun dapat meminjam uang dan menympan uang dari koperasi dengan akses perbankan pada rekening pribadinnya.

Dari penjelasan diatas mejelaskan bahwa pada saat ini Wajah Koperasi Indonesia bisa dikatakan “hidup segan , mati tak mau” , mengapa demikian? Karena keberadaannya saat ini tidak terlalu berpengaruh atau tidak dominan di permukaan masyrakat. Namun disamping kekurangan dan ketertinggalan koperasi, berdirinya koperasi masih menjadi suatu perhitungan , serta keharusan dan selain itu  masih banyak masyarakat yang  masih membutuhkan wadah seperti koperasi dan merasa mendapatkan keuntungan dan kenyamanan dari hasil kegiatan koperasi  meskipun kegiatannya saat ini bisa dikatakan tertinggal.