Minggu, 04 November 2012

Siapkah Koperasi Menghadapi Era Globalisasi ?



Siapkah Koperasi Menghadapi Era Globalisasi ?

            Dalam perkembangan dan pembangunan koperasi yang dilakukan saat ini saya yakin tentu saja koperasi mempunyai tujuan dan harapan – harapan  yang jelas yang ingin dicapai. Selain ingin mensejahterakan masyarakat atau anggotanya , koperasi juga ingin memperoleh pengakuan dan memberikan pengaruh yang besar dalam mendorong perekonomian Indonesia. Selain di Indonesia , koperasi pun ingin mendapatkan peranan di Perekonomian Internasiaonal yang tentu saja akan bersaing dan menghadapi Era Globalisasi yang besar. Lalu Siapkah Koperasi menghadapi Era Globalisasi?
            Dalam mengahadapi era globalisasi tentu saja koperasi harus bisa mengatur berbagai strategi, baik strategi langsung maupun strategi tidak langsung. Hal ini dilakukan agar koperasi mampu membawa dirinya bersaing di era globalisasi. Selain strategi untuk bersaing, koperasi juga harus mengatur strategi agar dapat berkembang dan bertahan atau eksis . Tentu saja dalam upaya upaya yang dilakukannya , koperasi mengahadapi berbagai kendala dan tantangan, disinilah koperasi dapat di pertanyakan siapkah koperasi menghadapi era globalisasi.
Era globalisasi atau perdagangan bebas adalah zaman dimana pasar bersaing secara besar – besaran untuk menghasilkan keuntungan yang besar khususnya keuntungan dalam bidang keuangan. Era globalisasi menurut saya merupakan tantangan bagi koperasi sekaligus sebagai peluang. Untuk itu koperasi dituntut untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produknya. Koperasi sebagai institusi yang memiliki anggota menyediakan jasa untuk meningkatkan produktifitas anggotanya yang pada gilirannya bertujuan pada peningkatan daya saing. Untuk itu apa sajakah yang perlu dilakukan koperasi untuk bisa bersaing, bertahan dan siap dalam menghadapi era globalisasi ? Diantaranya yaitu sebagai berikut
Memperbaiki citranya, sehingga koperasi tidak lagi dianggap sebagai alat pemerintah, kurang profesional dan merupakan wadah golongan ekonomi lemah. Citra koperasi yang dinilai sebagai alat pemerintah ini membuat koperasi dinilai tidak profesional dalam kegiatannya. Hal ini membuat koperasi dipandang hanya sebagai wadah bagi pemerintah saja. Dan koperasi juga dinilai hanya untuk kegiatan ekonomi lemah, sehingga peluang dan kesempatan yang dihasilkan dari koperasi dipandang lemah dan tidak mampu bersaing di era globalisasi. Untuk itu citra koperasi yang seperti ini harus diperbaiki.
Selain itu meningkatkan kemandirian dengan melakukan reposisi,reposisi merupakan pengaturan ulang dalam kedudukan dimana koperasi harus menaikan kedudukannya untuk lebih atau sekedar menyamakan kedudukannya dengan lembaga lembaga besar lainnya dan refungsi, refungsi yaitu mengubah dasar fungsi koperasi dari sebelumnya . Jika fungsi koperasi saat ini hanya untuk mensejahterakan masyarakat atau anggotanya namun ditambahkan fungsi koperasi ditujukan untuk bisa membuat peranan dalam mendorong pertumbuhan perekonomian baik secara nasional maupun internasional.
Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia juga perlu dilakukan , dengan meningkatkan sumber daya manusia sehingga mampu memberikan akses terhadap pasar yang sangat memerlukan sumber daya manusia yang banyak, sehingga manajemen koperasi dapat berjalan dengan baik.
Adanya pengembangan kerjasama dengan pihak lain, baik horizontal maupun vertikal. Mengembangkan kerjasama merupakan hal terpenting bagi koperasi agar mampu bersaing di era globalisasi nanti. Kerjasama inilah yang membuat pihak lain atau pihak asing mampu melihat koperasi berkompeten atau tidak .
Mengembangkan dan mendorong partisipasi aktif anggotanya diantaranya mengembangkan usaha koperasi yang siap dibawa ke pasar bebas dan juga mengembangkan dari segi pendanaan , dan koperasi harus bisa menunjukan bahwa koperasi layak untuk di berikan kepercayaan lebih dalam masalah pendanaan .
Koperasi dalam menghadapi era globalisasi seperti yang sebelumnya saya jelaskan  diatas, merupakan suatu tantangan dan peluang bagi koperasi, yang dimaksud merupakan tantangan yaitu koperasi harus bisa mengeluarkan dan menunjukan segala kemampuannya untuk bisa membawa dan  bersaing di pasar bebas atau era globalisasi, dan hal ini menjadikan koperasi mempunyai tujuan yang jelas, bukan hanya sekedar untuk suatu identitas atau untuk memenuhi sebuah  persyaratan. Dengan kemampuan yang ditunjukan oleh koperasi, koperasi juga bisa membuka peluang yaitu peluang untuk berkesempatan menunjukan kemapuannya pada pihak – pihak lain bahkan pihak asing atas kemapuan dan kekuatan yang dimilikinnya seandainya pihak tersebut mampu melihat suatu kesempatan dan membantu koperasi dalam mencapai tujuan – tujuannya.
Jika melihat koperasi dalam keadaan saat ini , dirasa menurut saya  koperasi masih jauh untuk siap mengahdapi era globalisasi. Karena saat ini berdirinnya suatu koperasi masih saja dengan pencitraan – pencitraan yang sangat melemahkannya, serta tidak adannya dukungan dan kesempatan yang diberikan kepada koperasi untuk menunjukan kemampuannya. Kesiapan koperasi dalam menghadapi era globasisasi bukan hanya terletak dari kesiapan koperasi itu sendiri , namun juga terletak dari lingkungan dan hal – hal yang mendukung koperasi untuk bisa bertahan, berkesempatan dan juga dapat bersaing dalam menghadapi era globalisasi nantinya . Hal - hal apa saja dan siapa sajakah yang juga harus turut serta dalam mendukung kesiapan koperasi menghadapi era globalisai?  Dalam mendukung koperasi, berbagai pihak perlu untuk berperan yaitu salah satunya dengan memberikan kesempatan yang lebar untuk koperasi bisa menunjukan kemampuannya, misalnya orang – orang yang berperan di perekonomian Indonesia mengangkat koperasi dalam salah satu peluang besar perekonomian Indonesia  selain itu juga memberikan kepercayaan lebih kepada koperasi , memberikan kepercayaan bahwa koperasi mampu berkembang baik dan memberikan hasil yang menguntungkan khususnya bagi perekonomian Indonesia. Selain itu koperasi tidak bisa berjalan baik tanpa  dukungan masyarakat. Dukungan ini  pun sangat berpengaruh besar bagi koperasi , diharapkan masyarakat harus bisa berpartisipasi aktif dalam kinerja koperasi dan membangun koperasi dalam mendukung tercapainnya tujuan – tujuan koperasi. Saat itu sudah jelas terlihat, masyarakat kurang berperan aktif dalam memberikan apresiasi atau partisipasi nya dalam kegiatan koperasi, justru mereka memandang tidak ada peluang atau hal yang menguntungkan besar apabila turut serta dalam kegiatan koperasi. 
Dengan keadaan saat ini mungkin memang koperasi harus berkerja keras dan lebih keras lagi untuk mensiapkan diri dalam menghadapi era globalisasi nanti. Namun perlu diyakini dan percaya dengan adannya kerja keras dan dukungan yang diberikan kepada koperasi tidak menutup kemungkinan koperasi Indonesia mampu bersaing dengan baik di pasar bebas dan berpeluang besar dalam membantu dan memperbaiki perekonomian Indonesia.
    Demikianlah penjelasan saya tentang ”Siapkah Koperasi Menghadapi Era Globalisasi?” Mohon maaf apabila ada penulisan, saya sangat membuka dan menerima kritik dan saran dari pembaca.




Minggu, 21 Oktober 2012

Andaikan Aku Menjadi Menteri Koperasi


Andaikan aku menjadi menteri koperasi, tentu saja hal – hal yang ingin saya lakukan tentunya adalah ingin  menjadikan koperasi di Indonesia menjadi lebih baik dari sekarang dan dapat meningkatakan peran koperasi agar  berpengaruh baik untuk perekonomian nasional . Bila dilihat dari perwajahan koperasi Indonesia  saat ini bisa dikatakan mulai tertinggal, untuk itu saya ingin membuat agar koperasi Indonesia mampu ikut berperan besar untuk ikut membangun perekonomian nasional .
Dalam kegiatan koperasi , tentu saja selalu ada hambatan dan kendala yang dihadapi. Jika saya menjadi menteri koperasi tentu ingin masalah – masalah tersebut dapat diatasi. Beberapa rencana yang ingin saya lakukan adalah
1.      Meningkatkan peran koperasi agar dapat membantu berpengaruh bagi perekonomian nasional
2.      Membangun pencitraan koperasi Indonesia menjadi lebih baik sehingga tidak dianggap sebagai alat pemerintah
3.      Membuat agar koperasi menjadi mandiri
4.      Membuat dan mengoptimalkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas

 Apabila dilihat dari kondisi koperasi Indonesia saat ini bahwa koperasi di kota besar dan kota kecil sangat memiliki perbedaan terlalu jauh dilihat dari alokasi permodalan, kepengurusanm serta kedudukannya , untuk itu saya ingin menyamakan terlebih dahulu perbedaan tersebut dengan menkordinasi instansi – instansi koperasi baik yang berada di kota besar d, pusat, bahkan di kota kota kecil untuk menyamakan tindakan (kebijakan) untuk membangun koperasi sehingga tidak akan nya kesenjangan antara koperasi satu dan lainnya.
Saat  ini bisa dikatakan koperasi Indonesia sangat kekurangan Sumber Daya Manusia, untuk itu hal yang saya lakukan adalah menciptakan Sumber Daya Manusia lokal namun yang produktif. Hal ini saya lakukan agar meningkatkan kualitas produksi serta melakukan dorongan atau motivasi agar adannya partsipasi aktif dari anggotanya. Selain Sumber Daya Lokal saya juga akan mengutamakan barang produksi koperasi adalah barang asli lokal atau daerah sesuai dengan kapasitas permintaan . Saat ini tingkat persaingan antar koperasi dinilain sangat rendah, untuk itu adanya hal ini dapat meningkatkan persaingan koperasi untuk melawan globalisasi pasar. Selain itu, saya juga ingin meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk membangun koperasi, karena keberhasilan koperasi dinilai dari besar tingkat partisipasi masyarakatnya.
Koperasi sangat diharapkan dapat terus bertahan dan bersaing untuk dapat ikut berperan mempengaruhi perekonomian Indonesia untuk itu saya ingin membuat koperasi menjadi mandiri dengan badannya sendiri tanpa harus ada bantuan atau kesan “dianak emaskan” dari pihak manapun, sehingga pengembangan koperasi tersebut dapat terlihat dengan sendirinya untuk bisa menciptakan hasil produksi yang berkualitas. Salah satu hal yang membuat agar koperasi bisa mandiri adalah masalah permodalan atau dana, saya ingin membuat agar koperasi tidak tergantung dengan bantuan dari pemerintah, atau pemerintah mengurangi intervensi nya dalam pemberian dana kepada koperasi, khususnya untuk koperasi pusat didaerah kota – kota besar. Hal ini dilakukan agar pemerintah tidak terlalu leluasa untuk mengendalikan kegiatan koperasi yang ditakutkan adanya unsure – unsure politik atau mencari keuntungan atas pihak pihak sendiri.

Kepengurusan Koperasi merupakan hal yang berpengaruh untuk kelancaran kegiatan koperasi , disini pengurus koperasi merupakan wujud dari partisipasi masyarakat. Pengurus merupakan badan yang dibentuk untuk diberi amanat atau mandat untuk melaksanakan kepemimpinan koperasi. Masalah ini termasuk kendala yang sulit untuk mencari kepengurusan koperasi yang benar – benar bisa bertanggung jawab , dan memegang kepungurusan baik usaha maupun organisasinya. Pengurus koperasi dipilih oleh rapat anggota, sehingga merupakan keputusan bersama, setelah itu pengurus diberikan pembinaan agar tidak adanya pengurus “nakal” didalam nya. Selain itu, setiap anggota pun harus ikut berperan dalam melakukan pengawasan koperasi yang bertujuan agar ada pengontrolan satu sama lainnya sehingga tidak ada pihak – pihak yang mencari keuntungan untuk kepentingan pribadi. Selain itu pengawas memiliki kewenangan untuk meneliti catatan yang ada pada koperasi dan mendapatkan segala keterangan yang diperlukan, selain itu juga harus dapat merahasiakan hasil pemeriksaannya terhadap pihak ketiga maka untuk itu pengawas memperlukan Pembinaan dan pengawasan yang meliputi pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, arahan, supervisi di bidangnya.

Landasan hukum koperasi telah dibuat hanya saja masih ada yang tidak menjalankannya dengan kebijakan kebijakan tersebut. Untuk itu saya jika sebagai menteri koperasi akan bertindak tegas dalam penerapan kebijakan koperasi. Sehingga akan menjadikan sistem koperasi lebih terarah dan jelas.
Hal lain yang ingin saya lakukan untuk memperbaiki koperasi yaitu dengan memperluas jaringan koperasi yang saat ini dinilai sangat tertutup . Jaringan koperasi dapat menentukan sampai mana kah persaingan koperasi diterima di perdagangan bebas. Sebelum itu yang harus dilakukan adalah bagaimana cara masyarakat dengan mudah berkesempatan untuk membuka atau mendirikan sebuah koperasi. Maka, awal yang dilakukan yaitu memudahkan persyaratan membuka koperasi serta menumbuh kembangkan koperasi serta kepastian usaha koperasi. Setelah itu memperluas akses koperasi kepada sumberdaya produktif, agar koperasi mampu memanfaatkan kesempatan, potensi sumberdaya lokal yang dimiliki untuk meningkatkan skala usahanya. Hal tersebut dilakukan dengan meningkatkan atau berkoordinasi dengan lembaga – lembaga yang bergerak dibidang usaha sehingga menciptakan jaringan yang baik dan luas. Pemberian dukungan dan kemudahan dalam kerjasama antar koperasi serta kerjasama dengan badan lainnya pun juga diperlukan.
Selain itu  saya ingin menciptakan koperasi unggul secara kompetitif, yaitu dengan meningkatkan kualitas koperasi yang mampu berinovasi , berpotensi dan juga mengembangkan budaya usaha. Perlu diperhatikan pula koperasi juga harus mempunyai kualitas yang baik dalam  bidang teknologi , sehingga koperasi pun juga tidak kalah modern dengan bidang usaha lainnya.

Dari penjelasan diatas , Jika Aku Menjadi Menteri Koperasi tentu berbagai cara ingin saya lakukan demi kemajuan dan perbaikan koperasi di indonesia saat ini. Citra koperasi indonesia saat ini bisa dinilai sebelah mata, atau buruk. Namun, s tidak menutup kemungkinan koperasi indonesia nantinya akan jauh membaik dan dapat ikut berperan dalam mempengaruhi perekonomian indonesia kearah yang lebih baik. Semua yang dilakukan perlu ada proses, namun asalkan masyarakat tidak berhenti dalam berpartisipasi membangun koperasi semua bisa direalisasikan . Dengan begitu, koperasi nantinya tidak dipandang sebelah mata lagi, justru dilihat sebagai usaha yang membuka kesempatan kerja yang baik dan menghasilkan hasil yang baik pula dengan kemandirian dan kekuatan koperasi itu sendiri.







Wajah Koperasi Indonesia Saat Ini


Wajah Koperasi Indonesia Saat Ini

Wajah koperasi Indonesia saat ini menurut saya sudah tidak terlalu nampak di permukaan kehidupan masyarakat sehari – hari. Disamping pengertian dari koperasi itu sendiri adalah suatu tempat atau organisasi dimana landasan  kegiatannya adalah mengalokasikan dana dari anggota koperasi dan kembali untuk anggota koperasi pula. Dari pengertian tersebut fungsi koperasi adalah untuk mensejahterakan anggota anggota koperasi atau masyarakat.  Koperasi mempunyai peran yang dikatakan sangat dominan , namun kedudukan saat ini sudah tergeser dengan berkembangnya tempat  pengalokasiaan dana yang lebih modern. Apa yang membuat koperasi saat ini tidak terlalu nampak dipermukaan masyarakat ? Koperasi banyak didirikan dimana – mana seperti tempat – tempat kantor, sekolah, dan tempat instalansi – instalansi bear lainnya, namun adanya koperasi seperti hanya dijadikan suatu identitas ditempat berdirinyaa koperasi tersebut.  Seperti contoh koperasi di sekolah – sekolah , disetiap sekolah atau badan lembaga pendidikan lainnya tentu saja akan memiliki sebuah koperasi, namun hanya koperasi tersebut tidak dapat menjalankan kegiatan dengan semestinya banyak murid – murid sekolah lebih senang dan mau membeli kebutuhannya ditempat – tempat besar dan modern, yang sebenarnya apabila ditinjau dari harga nya lebih rendah koperasi dibandingkan ditempat perbelanjaan yang besar walaupun  juga barang yang dibeli memiliki kualitas yang sama dengan barang yang dijual oleh koperasi.
Koperasi memang berdiri dimana saja , saat ini koperasi pun sudah menjadi suatu yang harus ada namun, untuk di kota – kota besar adanya koperasi tidak dirasakan benar oleh masyarakat luas dikarenakan sifat koperasi yang bersifat tertutup dan tidak terbuka.Mengapa dikatakan tertutup, seperti contoh apabila koperasi berdiri di sebuah badan instansi besar seperti kantor, sekolah, kegiatan koperasi hanya dirasakan oleh anggota – anggota yang berperan dan orang – orang yang ada didalam lingkungan badan tersebut tidak untuk masyarakat luas, kecuali apabila adanya koperasi yang didirikan untuk memproduksi atau menjual suatu barang (produk)  untuk diperjualkan oleh masyarakat , masyarakat dapat ikut merasakan keuntungan dari kegiatan koperasi tersebut. Keuntungan yang diperoleh masyarakat pun hanya mendapatkan harga yang lebih murah dan bunga yang lebih rendah dibandingkan di tempat – tempat perbelanjaan besar, namun hasil yang diperoleh oleh koperasi juga hanya akan dapat dirasakan oleh anggotanya saja, sehingga masyarakat apabila ingin merasakan keuntungan koperasi harus mendaftarkan dirinya untuk menjadi anggota. Berbeda hal nya dengan koperasi yang berada di kota – kota kecil atau pedesaan,meskipun di desa atau kota – kota kecil pun sistem koperasi tertutup yang ada dikota besar juga dijalankan, namun secara garis besar koperasi yang didirikan disana lebih bisa dirasakan oleh masyarakat luas bahkan saat ini koperasi atau UKM lebih berkembang. Seperti halnya, didirikan koperasi untuk simpan pinjam untuk usaha , atau Usaha Menengah Kebawah, masyarakat dapat meminjam uang atau dana kepada koperasi untuk modal usaha. Koperasi seperti ini pun juga banyak didirikan di kota besar. Namun ada permasalahan yang sangat berpengaruh dalam koperasi yaitu masalah permodalan , masalah ini adalah salah satu masalah yang membuat koperasi menjadi tidak dominan, khususnya untuk koperasi yang memberikan layanan simpan pinjam uang (usaha) untuk masyarakat, modal atau dana yang ada tidak sebanding dengan dana yang dibutuhkan oleh masyarakat misalnya koperasi di pedesaan , mereka yang berpenghasilan rendah hanya mampu mengumpulkan modal yang rendah pula contoh,  jika masyarakat meminjam uang untuk mendirikan sebuah usaha dan  memutuskan untuk meminjam uang dikoperasi namun dirasa dana yang bisa dipinjamkan sangat kecil  sehingga masyarakat pun lebih memilik untuk meminjam uang di bank walaupun dengan bunga yang lebih tinggi tetapi dana pinjaman uang yang diterima  bisa lebih besar jauh dari dana koperasi sehingga usaha yang didirikan pun lebih besar. Pemerintah pun sebenarnya memiliki peran dalam permodalan dana koperasi, pemerintah memang menyisihkan dana untuk disubsidikan kepada pemerintah namun subsidi tersebut tidak disebarkan untuk koperasi jangkauan luas. Dana tersebut lebih dirasakan oleh koperasi – koperasi yang berada di kota – kota besar dan  koperasi – koperasi milik instansi pemerintah yang lebih banyak koperasi nya bersifat tertutup , padahal jika dilihat dari jangkauannya koperasi di kokota – kota kecil ataupun pedesaan yang justru lebih menjangkau sampai masyarakat luas.Padahal pemerintah pun bisa dikatakan masih memiliki kepedulian kepada koperasi  atau menganak emaskan koperasi, hanya saja aliran dana yang salah membuat koperasi tidak berjalan dengan semestinya.  
Disamping masalah permodalan atau dana koperasi , masalah Sumber Daya Manusia pun menjadi kendala untuk koperasi saat ini, banyak masyarakat yang sudah tidak ingin mendirikan koperasi dan menjalankannya. Mereka menganggap koperasi saat ini sudah dipandang sebelah mata , namun disisi lain seperti penjelasan diatas berdirinya sebuah koperasi menjadi suatu identitas yang keberadaanya sangat diperhitungkan.Koperasi saat ini dapat dikatakan kekurangan  Sumber Daya Manusia, banyak hal – hal yang membuat koperasi tidak di minati lagi oleh masyarakat bahkan Sumberdaya Manusia lokal pun enggan untuk  berpartisipasi dalam kegiatan koperasi , dengan adanya kondisi seperti ini menjadi pengurus koperasi pun bukan menjadi suatu pilihan utama, dan juga menjadi anggota atau pemberi dana kepada koperasi menjadi tidak diminati lagi. Kepengurusan koperasi pun menjadi pengaruh pula untuk perkembangan koperasi tersebut, jika pengurus koperasi menjalankan kegiatan dengan benar maka koperasi dapat berjalan dengan semestinya. Namun apabila pengurus koperasi bertindak “nakal” maka koperasi akan tidak berjalan baik.
Pada saat ini menurut saya, akses koperasi atau jaringan koperasi pun dirasa sangat sempit khusunya jaringan antara koperasi dengan akses perbankan.Dilihat dari sistem operasi nya koperasi dianggap tertinggal atau tradisional, namun dengan tertinggalnya sistem operasi koperasi justru tidak ada bantuan atau upaya untuk membuat sistem koperasi menjadi lebih modern, seperti hal nya sistem operasi keuangan koperasi tidak bisa dijangkau dengan akses perbankan. Sebagai contoh untuk masyarakat luas, bank tidak lagi memberikan jasa layanan untuk simpan pinjam dengan atas nama koperasi tetapi harus dengan cara simpan pinjam melakukan transaksi dengan satu nomer rekening dari salah satu anggota koperasi, dengan hal ini tentu masyarakat sulit untuk mengakses nya melalui akses perbankan.  Namun, disamping sulitnya akses koperasi untuk masyarakat luas, akses untuk koperasi tertutup justru lebih mudah mereka dapat merasakan hasil kegiatan koperasi. Seperti contoh, jika tiap bulan gaji pegawai dari rekeningnys mendapat potongan untuk dialokasikan ke koperasi di kantornya, pegawai tersebut mendapatkan hasil akumulasi jumlah potongan – potongan gajinya tiap bulan, pada saat pensiun nanti. Selain itu, ia pun dapat meminjam uang dan menympan uang dari koperasi dengan akses perbankan pada rekening pribadinnya.

Dari penjelasan diatas mejelaskan bahwa pada saat ini Wajah Koperasi Indonesia bisa dikatakan “hidup segan , mati tak mau” , mengapa demikian? Karena keberadaannya saat ini tidak terlalu berpengaruh atau tidak dominan di permukaan masyrakat. Namun disamping kekurangan dan ketertinggalan koperasi, berdirinya koperasi masih menjadi suatu perhitungan , serta keharusan dan selain itu  masih banyak masyarakat yang  masih membutuhkan wadah seperti koperasi dan merasa mendapatkan keuntungan dan kenyamanan dari hasil kegiatan koperasi  meskipun kegiatannya saat ini bisa dikatakan tertinggal. 

Jumat, 27 April 2012

Tugas 6


Kita tidak asing dengan kata investasi. Sebagai masyarakat modern, bisa jadi setiap hari kita mendengar kata itu. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Namun apakah hakikat dari investasi itu sendiri? Investasi sebenarnya adalah meluangkan/memanfaatkan waktu, uang atau tenaga dengan harapan mendapatkan keuntungan/manfaat di masa datang.
Jadi pada dasarnya investasi adalah “membeli” sesuatu yang diharapkan bisa “dijual kembali“ di masa yang akan datang dengan nilai yang lebih tinggi sedangakan Definisi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Investasi diartikan sebagai penanaman uang atau di suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memproleh keuntungan. Pada dasarnya investasi adalah membeli suatu aset yang diharapkan di masa datang dapat dijual kembali dengan nilai yang lebih tinggi. 

Secara umum bentuk aset yang di Investasikan terbagi menjadi dua jenis yaitu:
1.        Riil Investment
Yaitu menginvestasikan sejumlah dan tertentu pada aset berwujud, seperti halnya tanah, emas, bangunan, emas, dan lain-lain.
2.        Financial Investment
Yaitu menginvestasikan sejumlah dana tertentu pada aset finansial, seperti halnya deposito, saham, obligasi, dan lain-lain. Dalam hal ini surat berharga yang diperdagangkan atau yang sering disebut dengan efek adalah berupa saham. Menurut Undang-Undang No.8 Tahun 1995 tentang pasar modal, definisi dari bursa efek adalah pihak yang menyelenggarakan penawaran jual dan beli efek pihak-pihak lain dengan tujuan memperdagangkan efek diantaranya. Di Indonesia, perdagangan saham dilakukan di Bursa Efek Indonesia. Tidak semua perusahaan dapat langsung mengeluarkan suatu efek (saham), oleh sebab itu perusahaan yang ingin menerbitkan efek harus memenuhi kriteria ataupun peraturan-peraturan yang ada sebelum menerbitkan suatu efek.


Apa saja yang mempengaruhi Investasi ??
Faktor-faktor penentu investasi sangat tergantung pada situasi dimasa depan yang sulit untuk diramalkan, maka investasi merupakan komponen yang paling mudah berubah.
1.      Pengaruh Nilai Tukar
Secara teoritis dampak perubahan tingkat / nilai tukar dengan investasi bersifat uncertainty (tidak pasti). Dalam jangka pendek, penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatifnya pada absorbsi domestik atau yang dikenal dengan expenditure reducing effect. Penurunan tingkat kurs ini akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat yang disebabkan kenaikan tingkat harga-harga secara umum dan selanjutnya akan menurunkan permintaan domestik masyarakat. Penurunan nilai tukar mata uang domestik akan menaikkan produk-produk impor yang diukur dengan mata uang domestik dan dengan demikian akan meningkatkan harga barang-barang yang diperdagangkan / barang-barang ekspor (traded goods) relatif terhadap barang-barang yang tidak diperdagangkan (non traded goods), sehingga didapatkan kenyataan nilai tukar mata uang domestik akan mendorong ekspansi investasi pada barang-barang perdagangan tersebut.
2.      Pengaruh Tingkat Suku Bunga
Tingkat bunga mempunyai pengaruh yang signifikan pada dorongan untuk berinvestasi. Pada kegiatan produksi, pengolahan barang-barang modal atau bahan baku produksi memerlukan modal (input) lain untuk menghasilkan output / barang final.
3.      Pengaruh Tingkat Inflasi
Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.
4.      Pengaruh Infrastruktur
Seperti dilakukan banyak negara di dunia, pemerintah mengundang investor guna berpartisipasi menanamkan modalnya di sektor-sektor infrastruktur, seperti jalan tol, sumber energi listrik, sumber daya air, pelabuhan, dan lain-lain. Partisipasi tersebut dapat berupa pembiayaan dalam mata uang rupiah atau mata uang asing. Melihat perkembangan makro-ekonomi saat ini, terutama memperhatikan kecenderungan penurunan tingkat bunga.
Pembangunan kembali infrastruktur tampaknya menjadi satu alternatif pilihan yang dapat diambil oleh pemerintah dalam rangka menanggulangi krisis. Pembangunan infrastruktur akan menyerap banyak tenaga kerja yang selanjutnya akan berpengaruh pada meningkatnya gairah ekonomi masyarakat. Dengan infrastruktur yang memadai, efisiensi yang dicapai oleh dunia usaha akan makin besar dan investasi yang didapat semakin meningkat.
5.      Nilai Waktu dan Uang
NILAI waktu uang atau time value of money adalah konsep yang menjabarkan bahwa uang yang tersedia pada saat ini lebih berharga dibandingkan uang dalam jumlah sama yang tersedia di masa yang akan datang. Soalnya, ada faktor bunga yang bisa membuat uang yang telah kita terima menjadi berbiak. Dus, semakin cepat uang itu kita terima, ia akan semakin berharga.Karenanya, Anda harus hati-hati saat membandingkan nilai uang yang Anda terima dalam waktu yang berbeda. Dalam hal ini, Anda harus memperhatikan faktor waktu dan bunga
6.      Biaya Investasi
Hal yangpaling menentukan adalah tingkat bunga pinjaman. Makin tinggi tingkat bunganya maka biaya investasi makin mahal. Akibatnya minat akan investasi makin menurun. Namun tidak jarang, walaupun tingkat bunga pinjaman rendah, minat akan investasi tetap rendah. Hal ini disebabkan biaya total investasi masih tinggi dan faktor yang mempengaruhi adalah masalah kelembagaan.
            7.   Birokrasi perijinan

Birokrasi perijinan sama pentingnya dengan suku bunga karena birokrasi yang panjang akan memperbesar biaya investor sehingga mengakibatkan panjang waktu berurusan dengan aparat dan dapat membuka oknum pemerintah untuk melakukan suap dalam rangka mempercepat birokrasi.


Faktor -  faktor penentu pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi
1.      Faktor Produksi
kegiatan yang melakukan proses, pengolahan, dan mengubah faktor-faktor produksi dari yang tidak/kurang manfaat/gunanya menjadi memiliki nilai manfaat yang lebih. Faktor- Faktor produksi yang umumnya digunakan adalah tenaga kerja, tanah, dan modal. Kelangkaan pada suatu faktor produksi biasanya akan menyebabkan kenaikan harga faktor produksi tersebut. Faktor Produksi terdiri dari SDM,SDA,tenaga kerja, modal, kewirausahaan
2.      Faktor Investasi
Faktor Investasi sangat penting dalam penentu pertumbuhan dan struktur ekonomi karena apabila dalam suatu negara investasinnya menurun maka akan mempengaruhi suatu defisa negara dan pendapatan sehingga berpengaruh pada strukturekonomi
3.      Faktor perdagangan luar negeri
Perdagangan luar negeri / Perdagangan Internasional perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Penduduk yang dimaksud dapat berupa antarperorangan (individu dengan individu), antara individu dengan pemerintah suatu negara atau pemerintah suatu negara dengan pemerintah negara lain. Di banyak negara, perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GNP
4.       Faktor kebijakan moneter dan inflasi
Adanya kebijakan moneter adalah berpengaruh dengan persediaan uang negara apabila persediaan uang turun maka akan terjadinya suatu inflasi yang sangat mempengaruhi struktur ekonomi negara
5.      Kondisi dan Struktur awal Ekonomi dalam Negeri (Economic Base)
Kondisi awal struktur ekonomi sangat mempengaruhi kondisi ekonomi kedepan apakah kondisi tersebut makin baik ataupun menurun. Contohnya dalam Suatu Negara yang pada wal pembangunan ekonomi atau industry-industri dasar (seperti mesin, besi, dan baja) yang relative akan mengalami proses industrialisasi yang lebih pesat atau cepat dibandingkan yang hanya memiliki indistri-industri ringan (seperti tekstil, pakaian jadi, alas kaki, makanan, dan minuman).

Selain itu ada dua faktor pula yang mempengaruhi :
.       Faktor-faktor Internal
a.      Factor ekonomi, antara lain:
        · Buruknya fundamental ekonomi nasional
        · Cadangan devisa
        · Hutang luar negeri dan ketergantungan impor
        · Sector perbankan dan riil
        · Pengeluaran konsumsi

b.      Faktor non ekonomi, antara lain:
            · Kondisi politik, social dan keamanan
· PMA dan PMDN
· Pelarian modal ke luar negeri
· Nilai tukar rupiah

2.      Faktor-faktor Eksternal
· Kondisi perdagangan dan perekonomian regional atau dunia

Terimakasih kepada bapak / ibu dan blogger yang secara tidak langsung membantu terselesaikannya tugas saya dan mohon maaf apabila saya menambahkan pendapat dalam tugas saya ini

Kamis, 19 April 2012

Tugas 5


Apa itu kemiskinan ???
 Kemiskinan didefinisikan dimana keadaan terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan. Atau definisi lainnya adalah ketidakberdayaan sekelompok masyarakat terhadap sistem yang diterapkan oleh suatu pemerintah sehingga mereka berada pada posisi yang sangat lemah dan tereksploitasi. Yang terakhir ini lebih dikenal sebagai kemiskinan.
Kemiskinan dapat dikelompokan menjadi dua kategori  
1.      Kemiskinan absolute, Kemiskinan absolut biasanya mengacu kepada satu standard yang konsisten ,tidak terpengaruh oleh tempat, waktu ataupun negara.
2.      Kemiskinan relative , Kemiskinan relative biasannya mengacu pada standart yang tidak konstisten , yang terpengaruh oleh tempat, waktu serta negara. 

Penyebab kemiskinan biasanya sering dihubungkan dengan:
1. penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku,   pilihan, atau kemampuan dari si miskin;
2. penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga;
3.  penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar;
4. penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi;
5. penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.

Cara pemerintah menanggulangi kemiskinan
1.      Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Fokus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras. Program yang berkaitan dengan fokus ini seperti :
• Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton
• Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer.

2.      Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Fokus program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:
• Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
• Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro  (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
• Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
• Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
• Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
• Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir

3.      Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :
• Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
• Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
• Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
• Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat.

4.      Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar.
 Fokus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain :
• Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar
• Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi
5.      Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin.
Fokus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi. Program teknis yang di buat oleh pemerintah seperti :
• Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan anak (PUA)
• Pemberdayaan sosial keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan penyandang  masalah kesejahteraan sosial lainnya.

6.      Menaikan anggaran untuk program-program yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas dan kegiatan padat karya.

7.      Tetap mempertahankan program lama seperti:
a) BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
b) RASKIN (Beras Miskin)
c) BLT (Bantuan Langsung Tunai)
d) Asuransi Miskin, dsb

 Terimakasih kepada bapak / ibu dan blogger yang secara tidak langsung membantu terselesaikannya tugas saya dan mohon maaf apabila saya menambahkan pendapat dalam tugas saya ini

http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/04/kebijakan-pemerintah-dalam-menanggulangi-kemiskinan-di-indonesia/
http:// wikepedia.com
 

Jumat, 13 April 2012

Tugas 4

            Apabila kita membahas mengenai  “pembiayaan”  tentu saja tidak terlepas dari lingkup perekonomian. Sebelum itu,  kita ketahui terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan pembiayaan? Pembiayaan adalah suatu kegiatan untuk pembiayaan dalam bentuk menyediakan dana atau barang modal dengan cara tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat. Dimana berbagai macam jenis pembiayaaan diantarannya :
Pembiayaan Sektor Mikro , adalah pembiayaan yang diberikan kepada pengusaha mikro yang memiliki tujuan untuk menganalisis pasar dan juga bagaimana mekanisme pasar tersebut yang membentuk harga relatif kepada produk dan jasa serta bagaimana alokasi dari sumber terbatas di antara banyak penggunaan alternatif. Pembiayaan sektor mikro  biasannya ditujukan untuk perusahaan dan usaha kecil. Jadi, pembiayaan sektor Mikro adalah pembiayaan yang memang ditujukan untuk masyarakat khususnya masyarakat bawah ataupun menengah dimana pembiayaan tersebut tidak berasal dari dana yang berasal dari masyarakat.

Pembiayaan Corporate , adalah merupakan badan usaha yang melaksanakan kegiatan usaha dari lembaga pembiayaan dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan & memaksimalkan  kekayaan pemilik dengan menggunakan  seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus (pengelola) perusahaan, karyawan serta para pemegang kepentingan intern dan ekstern lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka. Dengan kata lain Pembiayaan Corporate yaitu system yang mengatur dan mengendalikan perusahaan untuk menciptakan nilai tambah (value added) dengan menekankan pentingnya hak pemegang saham untuk memperoleh informasi dengan benar, akurat, tepat waktu dan transparan mengenai semua informasi kinerja perusahaan.

Selain itu tujuan dari Pembiayaan corporate diantarannya
A.    Pemenuhan tujuan strategis perusahaan berupa peningkatan nilai saham dan value perusahaan. 
B.     Pemenuhan tanggung jawab kepada stakeholders khususnya komunitas setempat.
C.     Dipatuhinya kerangka yurudis yang ada
Manakah dari keduannya yang lebih menguntungkan?
Menurut saya yang lebih menguntungkan adalah “pembiayaan sektor mikro”  karena untuk saat ini jenis usaha di Indonesia masyarakatnya dominan terhadap pelaku usaha mikro. Bahkan Perhatian dunia perbankan pada pembiayaan usaha mikro semakin meningkat. Dengan adannya pembiayaan sektor mikro tersebut hal ini dapat membantu bagi para usaha kecil dan apabila usaha mereka telihat berhasil maka dampaknya akan juga mempengaruhi Perekonomian yang lebih baik. Saat ini dampak dari perkembangan usaha kecil pun terlihat sangat cepat dan pesat dibandingkan dengan memberikan pembiayaan untuk  usaha yang besar karena dengan memberikan pembiayaan dengan jumlah yang besar untuk sektor mikro lebih banyak orang yang dapat dibantu. Dengan melihat pengalaman krisis Indonesia khususnya yang berhasil bertahan bahkan tumbuh dengan baik adalah dari Sektor Mikro. Mereka mempunyai daya tahan yang lebih baik dan mempunyai daya adaptasi yang lebih cepat.
Selain itu Pembiayaan sektor mikro memiliki keuntungan pula seperti
A.    Melayani masyarakat berpenghasilan rendah dengan plafon yang sangat fleksibel
B.     Bentuk agunan (jaminan) yang fleksibel dan melayani jaminan non-tradisional
C.     Dampak psikologis dengan adanya pemberlakuan reward and punishment akan berpengaruh terhadap kepatuhan dan ketaatan serta kedisiplinan pembayaran angsuran.
Dari kedua Pembiayaan diatas terdapat tantangan / kendala yang dialami
Tantangan untuk Pembiayaan Sektor Mikro seperti
A.    Keterbatasan sumber dana untuk jangka panjang
B.     Kerugian apabila usaha kecil yang diberikan dana tidak terlihat performace nya, dan
C.     Apabila pembiayaan nya tidak mengenali karakteristik dari sektor pasar.
Tantangan untuk Pembiayaan Corporate
Kemungkinan resiko yang paling sering terjadi pada sistem pembelian secara kredit, adalah pelunasan hutang lebih awal (prepayment) atau konsumen gagal bayar (default) . Kedua hal ini menyebabkan arus kas (cash flow) pengembalian pinjaman tidak sesuai perjanjian sedangkan Bila terjadi pelunasan lebih awal (prepayment) maka perusahaan pembiayaan akan menanggung biaya pinjaman (bunga) sementara kredit yang disalurkan dilunasi sebelum jangka waktu kreditnya berakhir, sehingga ada dana yang tidak terpakai (idle) dimana bunga pinjaman kepada pihak lainnya terus berjalan sehingga tidak berdampak baik juga terhadap perusahaan pembiayaan.

            Terimakasih kepada bapak / ibu dan blogger yang secara tidak langsung membantu terselesaikannya tugas saya dan mohon maaf apabila saya menambahkan pendapat dalam tugas saya ini
Sumber  :
·         http://www.yurieka/ kurniyati.blogspot.com
·          http://www.google.ac.id